Nama Sumberjati berasal dari sebuah mata air di dekat pohon jati tua, titik awal permukiman warga sekitar tahun 1830-an. Warga pertama menetap mengikuti aliran air tersebut, membuka lahan secara bertahap mengikuti kontur lereng — pola yang hingga kini masih terlihat pada sistem terasering sawah di Dusun Krajan dan Ngroto.
Seiring waktu, desa berkembang menjadi salah satu penghasil kopi robusta dan tembakau rajangan di lereng Gunung Sindoro, dengan empat dusun yang tumbuh dari titik permukiman awal tersebut.
"Banyu sing mili ora tau mandheg — begitu juga gotong royong warga Sumberjati."
| Dusun | RW | RT | Jumlah KK |
|---|---|---|---|
| Krajan | 2 | 8 | 468 |
| Ngroto | 2 | 6 | 352 |
| Sidorejo | 1 | 5 | 301 |
| Karangwuni | 1 | 5 | 275 |