Mengenal lebih dekat Masjid Baitussalam — sejarah, visi misi, identitas, dan fasilitas.
Masjid Baitussalam pertama kali didirikan pada tahun 1978 oleh tokoh-tokoh masyarakat Kaliurang yang bersatu padu dengan semangat lillahi ta'ala. Bermula dari musola kecil berkapasitas 50 orang, masjid ini terus berkembang seiring pertumbuhan warga dan kebutuhan jamaah.
Pada tahun 1995, dilaksanakan renovasi besar yang pertama sehingga kapasitas meningkat menjadi 500 jamaah. Memasuki era 2000-an, berbagai program keislaman mulai digiatkan: dari TPA/TPQ, kajian rutin, hingga program sosial kemasyarakatan.
Saat ini Masjid Baitussalam berdiri megah di atas lahan 2.400 m² dengan kapasitas 1.500 jamaah, dilengkapi berbagai fasilitas modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan keislaman.
Menjadi masjid yang makmur, modern, dan menjadi pusat peradaban Islam yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Sleman dan sekitarnya.
Musola kecil pertama dibangun oleh tokoh masyarakat Kaliurang dengan kapasitas 50 jamaah.
Pembangunan gedung utama berlantai 1 dengan kapasitas 300 jamaah dan menara adzan pertama.
Dibukanya TPA/TPQ, kajian rutin mingguan, dan program zakat infaq terorganisir.
Perluasan bangunan utama menjadi 1.500 kapasitas, penambahan tempat wudhu, dan aula serbaguna.
Sedang dalam proses renovasi penambahan lantai 2 untuk kapasitas tambahan 800 jamaah.
Kapasitas 1.000 jamaah dengan AC sentral
4 ruang kelas ber-AC untuk 150 santri
Terpisah pria & wanita, 24 kran air bersih
Kapasitas 300 orang untuk berbagai acara
Tersedia di seluruh area masjid
Parkir roda 2 & roda 4 kapasitas 100 kendaraan
Sistem keamanan dan tata suara modern
Tempat tinggal imam dan takmir masjid
Dewan Kemakmuran Masjid Baitussalam Periode 2024–2028